Internet of Things dalam Bidang Pendidikan

Internet of Things dalam Bidang Pendidikan

  1. Latar Belakang Masalah
Era globalisasi merupakan era dimana segala sesuatu yang sebelumnya dipandang tidak mungkin kini benar-benar diwujudkan oleh orang-orang yang tidak pernah puas dengan keadaan yang ada. Terutama dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi. Zaman seperti sekarang ini sudah tidak asing lagi di telinga kita mengenai teknologi informasi dan komunikasi. Teknologi berkembang begitu cepat seiring dengan perkembangan zaman. Teknologi informasi dan komunikasi merupakan suatu teknologi yang mempunyai banyak peranan dan manfaat diberbagai bidang kehidupan manusia.
Contoh nyata dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tersebut yaitu internet, komputer atau laptop hingga smartphone yang setiap saat selalu dikembangkan. Dari perkembangan yang pesat tersebut setiap orang seolah-olah saling berlomba menciptakan ide inovatif dan berusaha keras mewujudkan ide tersebut dengan memanfaatkan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi yang terus berkembang. Salah satu wujud ide tersebut adalah Internet of Things atau disingkat dengan IoT. IoT merupakan implementasi dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tersebut. IoT dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang ada disekitar manusia yang saling terhubung satu sama lain melalui jaringan internet.Ide awal Internet of Things pertama kali dimunculkan oleh Kevin Ashton pada tahun 1999 di salah satu presentasinya. Kini banyak perusahaan besar mulai mendalami Internet of Things seperti Intel, Microsoft, Oracle, dan masih banyak lainnya.
  1. Rumusan Masalah
Berikut rumusan masalah dari Internet of Things (IoT) berdasarkan teori psikologi pendidikan :
  1. Apa yang dimaksud dengan Internet of Things?
  2. Apa tujuan yang ingin dicapai oleh Internet of Things tersebut?
  3. Bagaimana cara kerja Internet of Things?
  4. Bagaimana pandangan psikologi mengenai Internet of Things?
  5. Bagaimana Internet of Things dapat berperan secara optimal dan apa saja manfaatnya dalam bidang pendidikan?
  6. Apa saja implementasi Internet of Things dalam bidang pendidikan?
  7. Dampak apa saja yang dihasilkan dari Internet of Things?
  8. Paparan Ide Inovatif
Dengan diciptakannya ide inofatif tentang Internet of Things ini saya berinisiatif untuk mengembangkan Internet of Things dalam bidang pendidikan. Mengetahui para pengembang baru-baru ini mengembangkan ide inovatif tersebut untuk mempermudah kehidupan sehari-hari, kali ini saya ingin mengembangkannya dalam bidang pendidikan meskipun baru sebatas ide saja. Nantinya diharapkan  IoT dapat mempermudah akses pendidikan khususnya di Indonesia.
Internet of Things atau di singkat  IoT, merupakan sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus. Adapun kemampuannya seperti berbagi data, remote control, dan sebagainya, termasuk juga benda-benda di dunia nyata. Contohnya bahan pangan, elektronik, koleksi, peralatan apa saja, termasuk benda hidup yang semuanya tersambung ke jaringan lokal dan global melalui sensor yang tertanam dan selalu aktif.
Adapun tujuan dari adanya Internet of Things adalah agar memudahkan manusia dalam melakukan sesuatu, mempersingkat waktu, dan meringankan beban manusia dengan bantuan teknologi dan koneksi internet. Dengan mengikuti perkembangan teknologi yang semakin pesat inilah diharapkan Interet of Things dapat berkembang dengan baik untuk kemaslahatan manusia.
Cara Kerja Internet of Things yaitu dengan memanfaatkan sebuah argumentasi pemrograman yang tiap-tiap perintah argumennya menghasilkan sebuah interaksi antara sesama mesin yang terhubung secara otomatis tanpa campur tangan manusia dan dalam jarak berapa pun. Internet menjadi penghubung di antara kedua interaksi mesin tersebut, sementara manusia hanya bertugas sebagai pengatur dan pengawas secara langsung bekerjanya alat tersebut. Tantangan terbesar dalam mewujudkan Internet of Things ialah dengan menyusun jaringan komunikasinya sendiri, dimana jaringan tersebut sangatlah kompleks dan memerlukan sistem keamanan yang ketat.
Pandangan psikologi tentang Internet of Things mengacu pada dampak yang akan diperoleh. Bagaimanapun tingkah laku manusia pasti akan berpengaruh terhadap hasil implementasi Internet of Things begitupula sebaliknya. Psikologi memberikan tekanan pada pola tingkah laku pengguna (user) dalam menjalankan Internet of Things agar apa yang dilakukan tidak menyimpang UU ITE dan dampak negatifnya dapat diperkecil.
Sudah banyak sekali sekolah-sekolah yang menerapkan e-learning untuk siswanya. Namun untuk era digital seperti ini hal tersebut tidak akan cukup untuk meningkatkan produktifitas siswa dan gurunya. Contoh nyata lainnya seperti penjadwalan otomatis mata pelajaran disekolah, sistem akademik yang terkoneksi ke jaringan sehingga laporan hasil belajar siswa dapat dilihat dari rumah dengan mobile device. bahkan IoT di bidang pendidikan dapat membantu siswa mengurangi beban bawaanya dengan hanya membawa device yang mampu untuk mencukupi modul pelajaran. IoT sudah jelas memiliki banyak manfaat yang dapat membantu dan memudahkan kehidupan manusia, begitupula dalam bidang pendidikan. Untuk itu dukungan terwujudnya Internet of Things di Indonesia sangat dibutuhkan baik dari partisipasi juga kesadaran teknologi masyarakatnya baik para pelajar dan pendidiknya hingga masyarakat awan agar bisa lebih tertib secara sistem dan damai untuk terciptanya kemaslahatan masyarakat Indonesia khususnya.
Implementasi IoT dalam bidang pendidikan sudah banyak dilakukan oleh sekolah-sekolah di Indonesia. Salah satunya contohnya Universitas Negeri Semarang yang menerapkan kode batang atau barcode di dalam Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) untuk dapat mengidentifikasi pemiliknya dengan cepat. Contoh lainnya penerapan kode RFID (Radio Frequensi Identifity) yang ditempelkan sepatu pelari yang akan mengikuti lomba untuk mendeteksi pelari di garis finis. Transfer data RFID menggunakan gelombang radio, sehingga memudahkan penggunanya untuk mengetahui jumlah maupun keberadaan pelari tersebut.
Meskipun manfaat IoT sendiri sangat besar, namun dampak negatif yang ia timbulkan juga  perlu diwaspadai. Biaya yang mahal sering menjadi penyebab kegagalan yang berujung pada gagalnya produksi. Nantinya barang-barang yang diproduksi dan terhubung dengan internet akan lebih mudah diserang virus dan mudah dihack. Maka perlu diberikan keamanan yang sangat ketat apabila Internet of Things ini benar-benar diwujudkan, apalagi dalam bidang pendidikan, transparansi data sekolah pasti sangat tinggi dan akan banyak penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Dampak negatif juga akan melanda pelajar, bagaimanapun apabila pelajar dimudahkan pekerjaannya ia akan lebih bersantai ria dan bisa timbul rasa malas.
  1. Landasan Teori
  2. Pengertian Internet
Internet (Interconnection-Networking) adalah seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.
  1. Tata Tertib Internet
Internet memiliki tata tertib yang dikenal dengan nama Nettiquette atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah Netiket. Untuk di Indonesia Internet juga diberlakukan peraturan yang dikenal dengan UU ITE. Sehingga siapapun yang menyalahgunakan internet akan mendapatkan hukuman sesuai UU ITE.
  1. Fungsi Internet dalam Secara Umum
  • Sebagai media komunikasi
  • Sebagai salah satu tempat untuk akses informasi
  • Berbagi sumber daya atau data
  • Dapat menyiarkan dan mengakses secara langsung baik itu berita dan bertukar data dengan internet online ke seluruh dunia.
  1. Manfaat Penggunaan Internet dalam Bidang Pendidikan
  • Berbagi hasil penelitian dilakukan di belahan dunia berbeda, sehingga hasil penelitian tersebut dapat dimanfaatkan oleh orang lain.
  • Konsultasi dengan pakar, seorang mahasiswa di pulau kalimantan dapat mengkonsultasikan tugasnya dengan dosen yang berada di pulau jawa dengan memanfaatkan fasilitas internet.
  • Perpustakaan online, memungkinkan seorang pelajar atau mahasiswa dapat mengakses ke sumber-sumber ilmu pengetahuan dengan cara mudah tanpa terbatas jarak dan waktu.
  • Diskusi online adalah diskusi yang dilakukan di internet.
  • Dapat mengakses informasi- informasi hasil penelitian orang lain.
  • Akses ke sumber pengetahuan dapat dilakukan dengan lebih mudah.
  • Akses ke para ahli menjadi lebih mudah karena tidak dibatasi oleh jarak dan waktu.
  • Materi-materi pelajaran disampaikan interaktif dan menarik.
  • Melalui belajar jarak jauh, kendala biaya dan waktu yang mungkin tidak dapat dihindari dengan pendidikan biasa dapat diatasi dengan mengikuti kelas online.
  1. Teori Psikologi yang Mendukung Perkembangan Teknologi
  2. Psikologi menurutWundt adalah ilmu tentang kesadaran manusia (the science of human consciousness). Dari batasan ini dapat dikemukakan bahwa dalam psikologi, keadaan jiwa direfleksikan dalam kesadaran manusia. Unsur kesadaran merupakan hal yang dipelajari dalam psikologi. Sedangkan Branca menyatakan bahwa psikologi merupakan ilmu pengetahuan tentang perilaku manusia.
  3. Psikologi memberikan wawasan bagaimana memahami perilaku individu dalam proses pendidikan. Terutama dizaman kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini. Para ahli berusaha untuk meningkatkan mengajar itu menjadi suatu ilmu. Teknologi pendidikan memberikan pendekatan sistematis dan kritis tentang proses belajar mengajar.
  4. Hubungan Psikologi dan Teknologi
Hubungan psikologi dan teknologi internet terletak pada bagaimana keduanya saling mempengaruhi dalam berinteraksi. Bagaimana pengaruh yang ditimbulkan oleh internet terhadap manusia sebagai pengguna (user) dan bagaimana manusia sebagai pengguna (user) membuat isi atau konten dari internet itu sendiri. Jadi keduanya saling mempengaruhi satu sama lain dengan sangat kuat.
  1. Kesimpulan
Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan :
  • Internet of Things atau di singkat IoT, merupakan sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus
  • tujuan dari adanya Internet of Things adalah agar memudahkan manusia dalam melakukan sesuatu, mempersingkat waktu, dan meringankan beban manusia dengan bantuan teknologi dan koneksi internet.
  • Pandangan psikologi tentang Internet of Things mengacu pada dampak yang akan diperoleh
  • Cara Kerja Internet of Things yaitu dengan memanfaatkan sebuah argumentasi pemrograman yang tiap-tiap perintah argumennya menghasilkan sebuah interaksi antara sesama mesin yang terhubung secara otomatis tanpa campur tangan manusia dan dalam jarak berapa pun
  • IoT di bidang pendidikan dapat membantu siswa mengurangi beban bawaanya.
  • Contoh implementasi IoT dalam bidang pendidikan yaitu penerapan kode batang atau barcode didalam Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan kode RFID yang ditempelkan di sepatu pelari yang mengitu lomba untuk mengetahui posisinya dan mendeteksi pelari di garis finis.
  • IoT memiliki banyak peranan penting, namun dampak negatifnya pasti dapat dirasakan. Selain harganya yang mahal, perangkat-perangkat yang terhubung internet akan mudah terkena virus, serta dibutuhkan pengamanan yang ketat terhadap data dan perangkat.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prinsip Dasar Pengembangan TIK untuk Menunjang kebutuhan Dunia Pendidikan

Studi Kasus Latar Belakang Penggunaan TIK didunia Kerja